MATA
kuliah pengembangan kepribadian (MPK) dan mata kuliah berkehidupan
bermasyarakat (MBB) dipandang memiliki peran sangat strategis dalam
membentuk karakter mahasiswa yang beradab dan berilmu pengetahuan yang
mumpuni. Demikian pernyataan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Sugiarti MSi pada
kegiatan rekonstruksi pembelajaran MPK dan MBB berbasis Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang berlangsung di Ruang Sidang
Senat UMM, Selasa (19/8).
SUMBER:http://www.umm.ac.id/id/umm-news-4209-mku-berbasis-kkni-fokuskan-pendidikan-karakter.html
SUMBER:http://www.umm.ac.id/id/umm-news-4209-mku-berbasis-kkni-fokuskan-pendidikan-karakter.html
Lokakarya ini, menurut Sugiarti, memang difokuskan untuk membahas MPK
dan MBB sebagai bagian dari mata kuliah umum (MKU) yang kurang
mendapatkan perhatian serius dari mahasiswa. Hal tersebut, lanjutnya,
bisa berdampak pada pola pikir dan perilaku yang tidak sesuai dengan
harapan pembelajaran.
“Selama ini, MKU kurang mendapatkan perhatian serius dari mahasiswa,
maka dari itu rekonstruksi kurikulum MKU berbasis KKNI sangat diperlukan
agar bisa memiliki pengaruh nyata pada pembentukan karakter mahasiswa,”
ujar Sugiarti.
Lebih lanjut, tambah Sugiarti, KKNI juga berpatokan dengan kurikulum baru yang lebih menekankan pada student-centered learning (SCL) daripada teacher-centered learning (TCL) agar mahasiswa bisa lebih aktif
Lokakarya yang diikuti oleh para Pembantu Dekan I, para ketua Prodi,
koordinator MKU, serta dosen pengampu MKU ini sekaligus menjadi
kesempatan bagi mereka merumuskan kesamaan pandangan dalam pengelolaan
pembelajaran MKU.
Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) Dr Dwi Priyo Utomo MPd
berharap, lokakarya ini dapat menghasilkan produk kurikulum baru dalam
bentuk dokumen yang nantinya bisa dipakai sebagai rujukan bagi para
pengajar maupun pengambil kebijakan.
Dwi menilai, kurikulum dalam pembelajaran memang harus responsif
terhadap perkembangan zaman. “Karena itulah, UMM tidak ingin tertinggal
dari perubahan kurikulum yang memang semestinya mengikuti perkembangan
zaman serta terfokus pada peningkatan kualitas didik," tuturnya